Oleh: nartokendal | Februari 7, 2008

Firasat….

        Kebetulan adalah sesuatu yang terjadi di luar dugaan atau pengetahuan kita. Jika Anda menduga apalagi kalau mengatahui sebelumnya, maka tidak mungkin apa yang terjadi itu merupakan kebetulan bagi Anda. Kalau Anda mengetahui bahwa air akan membeku bila mencapai suhu nol derajat, maka bukanlah kebetulan jika Anda menemukan hal itu dalam kenyataan. Allah SWT bukan saja mengetahui hal itu, tetapi Dialah yang menetapkan sistem dan hukum alam yang menjadikan air itu membeku.

        Dalam kehidupan keseharian, kita seringkali menemukan apa yang kita namakan kebetulan, padahal itu boleh jadi telah direncanakan Allah secara rinci jauh sebelum kejadiannya, atau paling tidak –yang pasti- adalah Allah telah menetapkan sistem dan hukum-hukum yang menjadi apa yang kita namai kebetulan itu adalah rencana Allah juga.

        Dalam buku LENTERA HATI, di tulis bahwa keadaan Nabi Muhammmad SAW sebagai yatim, tidak pandai membaca da menulis, lahir dan di bangkitkan di Mekah, kesemuanya buka kebetulan, bahkan penamaan Nabi terakhir itu dengan nama Muhammad (SAW) demikia juga orang-orang yang berperan dalam hidup Beliau, boleh jadi dianggap sementara orang sebagai satu “kebetulan”. Akan tetapi, sungguh tidak mustahil hal-hal tersebut merupakan rencana Allah sejak semula. Beliau adalah Muhammad (yang terpuji). Ibu beliau, Aminah (yang memberi rasa aman), ayah beliau Abdullah (seorang pengabdi serta alat yang digunakan Allah, kakeknya walau lebih dikenal dengan nama Abdul Muththolib, tetapi sebenarnya bernama Syaibah (orang yang bijaksana). Bidan yang membantu ibu beliau ketika melahirkan bernama asy-Syaffa’ (yang sehat dan sempurna) sedang yang menyusukan beliau adalah Halimah yakni seorang wanita yang lapang dadanya. Ini mingisyaratkan bahwa sejak dini Nabi Muhammad saw telah disuguhi kelapangan dada.

        Tidak jarang kita dan rekan kita mengucapkan kalimat yang persis sama, atau kita melangkah dan bertemu pada satu titik yang tidak direncanakan semula. Bahkan bisa jadi seseorang menulis suatu tulisan, coretan atau isyarat yang persis sama dengan kenyataan yang kemudian terjadi setelah tulisan atau coretan itu. Harian Tempo, Senin 20 Oktober 2003 menulis tentang seorang siswa berumur 17 tahun yang merupakan salah seorang korban kecelakaan maut di Situbondo ketika itu. Coret-coret dan gambar-gambar yang dibuatnya pada buku catatannya hampir dapat ditafsirkan persis dengan keadaan yang dialaminya bersama korban-korban lain.

        Jauh sebelum tenggelamnya kapal TITANIC, yakni pada tahun 1898 M.Morgan Roberson menulis sebuah novel berjudul Futility. Kisah fiktif yang ditulisnya memiliki kemiripan yang luar biasa dengan peristiwa tenggelamnya Titanic pada tahun 1912M. Nama kapal dan berat serta sekoci-sekocinya pun mirip yakni nama kapal dalam novel itu TITAN dan yang dalam kenyataanya TITANIC. Berat Titan 70.000 ton, da Titanic 66.000 ton. Titan memiliki 24 sekoci dan Titanic 20 Sekoci padahal yang direncanakan 40. Pemilik Titanic dan pemilik Titan keduanya dilukiskan sebagai orang-orang yang angkuh.

        “Kebetulan” juga ditemukan pada peristiwa-peristiwa yang dialami oleh dua Presiden Amerika, Abraham Lincoln dan JF Kennedy. Lincoln menjadi Presiden tahun 1860, sedang Kennedy 1960. Keduanya digantikan oleh yang bernama Johnson. Pengganti Lincoln, adalah Andre Johnson. Ia lahir pada tahun 1808M, sedang pengganti Kennedy, adalah Lindon Johnson yang lahir pada tahun 1908. Kedua Presiden itu terbunuh. Pembunuh Kincoln lahir pada tahun 1839 sedang pembunuh Kennedy lahir pada tahun 1939, dan kedua pembunuh dibunuh sebelum diadili. Sekretarius Loncoln bernama Kennedy dan sekretaris Kennedy bernama Loncoln. Keduanya menyarankan kepada atasnya agar tidak pergi ke tempat di mana mereka terbunuh, namun kedua Presiden itu menolak. Pembunuh Lincoln melakukan pembunuhan di teater lalu sembunyi di supermarket, sedang pembunuh Kennedy sebaliknya.

        Apa makna itu semua? Ilmuwan belum dapat mengungkap. Para psikolog memamg telah mengamati kebetulan-kebetulan semacam itu. Sekian universitas di barat melakukan penelitian tentang masalah ini, namun mereka belum meperoleh jawaban. Penelitian tentang hal ini dipelopori oleh J.B Rhine dari Duke University Amerika Serikat, sebelum Perang Dunia II. Teknik penelitiannya antara lain dengan meminta sejumlah orang memperkirakan urutan setumpuk kartu dengan lima gambar berbeda. Peluang untuk memberi jawaban tentang urutan yang benar adalah satu banding sejuta. Tapi, dari 2.400 perkiraan yang dilakukan terdapat 489 yang menjawab benar,. Satu angka yang cukup tinggi. Penelitian dilanjukan dan diadakan oleh banyak universitas hingga kini. Namun jawaban yang tuntas belum lagi muncul. Untuk sementara kita harus berkata bahwea masih banyak sisi gelap manusia, maklhuk istimewa ciptaan Tuhan ini, yang belum terungkap.

        Dalam literatur agama, kita menemukan uraian yang dikenal dengan nama firasat, yakni pandangan mata hati. Agamawan berpendapat bahwa firasat ada dua macam. Ada yang dapat diperoleh melalui indikator, pengalaman dan pengamatan terhadap perilaku manusia. Sementara ilmuwan mengartikan “seni memprediksi sesuatu melalui pengamatan wajah atau tingkah laku”. Firasat macam kedua adalah yang muncul tanpa upaya manusia, tetapi pengetahuan yang dicampakkan Tuhan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

 

Nabi Muhammad saw bersabda :

Hati-hatilah terhadap firasat seorang mukmin, karena Dia memandang dengan cahaya Tuhan”. (HR : At-Tirmidzi melalui Sa’id-Khudri)

 

        Sayyidina Umar bin Khathab ra. -Khalifah Rasul II- dinilai Nabi saw sebagai salah seorang diantara mereka. Sekian banyak “ramalan-ramalan” bahkan katakanlah firasat beliau yang tepat. Misalnya, ada seorang yang beliau tanyai namanya, nama keluarga dan sukunya. Yang ditanya menjawab dengan kata-kata yang melukiskan panas dan api. Mendengar jawaban-jawabannya Sayyidina Umar ra berkata kepadanya : “Segeralah kembali karena keluargamu terbakar”. Beliau juga menyampaikan bahwa dia bermimpi bahwa seekor ayam jantan mematuknya dua kali, lalu beliau menafsirkannya bahwa beliau akan dibunuh oleh seorang non Arab. Apa yang beliau sampaikan sesuai dengan kenyataan. Dalam literature Barat ditemukan informasi bahwa Abraham Lincoln, juga bermimpi tentang kematiannya sebelum dia meninggal. Tentu banyak selain dua nama yang disebut disini.

        Sekali lagi tidak ada makna dari semua itu, kecuali bukti tentang kehadiran Allah di mana-mana. Kehadiran-Nya menyertai manusia saat dia sadar atau tidak, terjaga atau tidur, dalam kehidupan dunia ini dan sesudah kematiannya. Demikian, Wa Allah A’lam.

 (Diambil dari Buku Dia Dimana-mana, M. Quraish Shihab hal 175 – 178)  


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: