Oleh: nartokendal | Februari 17, 2008

Geretan

Sebuah keluarga baru, yang telah merasakan kebahagiaan karena keadiran sang buah hati –anak– tentu sangat ingin anaknya memiliki perkembangan yang normal. Apalagi bila telah memasuki   pertumbuhan fisik, dari merangkak, berdiri, berjalan, berlari dan lain-lain. Biasanya petumbuhan anak pada usia-usia 1 samapi dengan 2 tahun adalah usia perkembangan fisik anak yang sangat dominan karena pada usia ini anak mulai berjalan dan mulai berbicara. Oleh karena itu orang tua biasanya berupaya untuk menyediakan alat bantu untuk mendukung pertumbuhan ini.

Salah satu alat bantu tradisional adalah Geretan, alat ini terbuat dari bambu dan kayu, berbentuk seperti huruf “L” terbalik. Alat ini berfungsi sebagai alat bantu berdiri dan berjalan bagi anak usia 1-2 tahun. Bagian tubuh alat ini terbuat dari bambu dengan panjang 40-50 cm, sedangan bagian handle atau bagian untuk berpegangan terbuat dari kayu. Sedangkan untuk stabilitas berdirinya alat ini, dipasangkan pada sebatang kayu yang telah ditancapkan pada tanah dan selanjutnya badan Geretan yang terbuat dari bambu di tancapkan pada batang kayu yang telah terasang di tanah. Batang kayu ini menjadi pusat tumpuan geretan. Operasional alat ini cukup sederhana, yaitu geretan dapat berputar 360 derat mengelilingi kayu yang berfungsi sebagai pusat putaran.

Dengan alat ini anak akan terrangsang untuk berpegangan pada handle yang merangsang anak untuk berdiri, sedangkan geretan akan berputar karena adanya beban yang ada pada handle, gerakan memutar inilah yang berfungsi untuk merangsang anak mengikuti gerakan  berputar dengan melangkahkan kakinya sehingga anak dapat berjalan memutar dengan berpegangan pada handle.

Alat yang angat sederhana inilah yang telah berperan dalam sejarah pertumbuhan balita hingga dapat berjalan. Tidak diketahui secara pasti, kapan alat ini di temmukan dan siapakah penemunya, namun telah berjasa dalam perjalanan pertumbuhan manusia. Bahkan mungkin alat ini juga belum ada hak patennya….. Yang jelas inilah kehidupan tradisional masa lalu yang kini tinggal kenangan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: