Oleh: nartokendal | Februari 18, 2008

Bandhulan

Saat kita memiliki bayi dan kita ingin menidurkan si buah hati, biasannya kita menggendongnya. Namun tidak demikian dengan pendahulu kita. Mereka menggunakan bandhulan untuk menidurkan sibuah hati.  Alat ini terbuat dari anyaman bambu mirip keranjang yang berukuran panjang x lebar x tinggi : 70x100x50 cm. Alat ini dipasang didalam ruang tengan sebuah rumah dengan cara digantungkan dengan tali panjang pada kayu yang merupakan rangka rumah. Selanjtnya bandhulan di isi dengan kasur dan bantal kecil, serta beberapa kain berupa kain jarik sehingga menjadi empuk dan nyaman untuk menranuh bayi dan selanjutnya badhulan di ayun dengan cara di tarik dan lepas. Dengan cara ini si buah hati merasa nyaman dan ahirnya tertidur. Bayi akan bangun bila mengompol atau terkejut kalau ada suara keras yang didengarnya. Alat ini sekarang tidak ada lagi, karena alat ini membutuhkan ruangan gerak yang luas, sehinga hanya rumah-rumah besar yang memungkinkan menggunakan alat ini. Sekarang rumah-rumah ukurannya tidak sebesar kala itu, apalagi dalam tipe-tipe rumah di perumahan dapat dipastikan rumahnya tidak muat untuk ruang gerak bandhulan. Akhirnya barang ini ditinggalkan.


Responses

  1. Alat2 yang penjenengan sebut mengingatkan aku dengan masa kecilku, karena akupun berasal dari desa.

  2. anak pertama saya waktu kecill belum bisa tidur nyenyak sblum diayun di bandulan

  3. Makasih pak Mar, itu adalah kenangan kita dan kini tinggal ada diangan-angan, mudah2an posting ini jadi catatan untuk mengenangnya.
    Kadang rindu juga ya dengan masakan dengan alat keren, ketel grabah, intip dikumi duduh dll.

  4. Buat pak Wakhid, trim ya dah ngasih coment di blog saya. Itulah pak kisah bandhulan yang sekarang dah jadi barang langka…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: